Nama kelompok :
- Putri Nurul H (18514619)
- Riska Hidayah (19514492)
- Zenia Zuraini Fatnie P (1C514665)
Mengapa psikoterapi
dalam psikoanalisis menganilisis psikopatologi berdasarkan perkembangan
psikoseksual?
Karena psikoanalisa
merupakan satu hal yang unik sekaligus paradoksial, dan juga psikoanalisa
merupakan sistem yang paling dikenal luas meskipun tidak dipahami secara
universal. Dan disisi lain psikoanalisa juga banyak pengaruhnya dalam bidang
lain diluar psikologi melalui pemikiran penemunya, Sigmund Freud. Psikoanalisa
merupakan suatu metode penyembuhan yang bersifat psikologis dengan cara-cara
fisik. Psikoanalisa jelas terkait dengan tradisi Jerman yang menyatakan bahwa
pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis dan bergerak dengan sendirinya. Kita
ketahui bahwa Freud menjadi sorotan banyak kalangan ketika dia menguraikan
seluk beluk sesksualitas manusia. Freud menyangkal bahwa dorongan seksual tidak
berawal pada masa pubertas namun sedari bayi, dan seksual pun menjadi penggerak
dalam keseharian manusia. Hal ini menjaditrendseller corak terapi
dan tafsiran kepribadian fenomena kehidupan, kemudian dengan cepat banyak para
psikiater yang bergabung dalam mahzab psikodinamika Freud. Nama-nama seperti
Carl Gustave Jung, A.A Brill, Verenzci, Karl Abraham, dan Alfred Alder mencoba
untuk membuktikan itu. Perkembangan kepribadian individu menurut Freud,
dipengaruhi oleh kematangan dan cara-cara individu mengatasi ketegangan.
Menurut Freud, kematangan adalah pengaruh asli dari dalam diri manusia.
Tahapan Perkembangan
Kepribadian sehat dan tidak sehat sangat berhubungan dengan cara-cara yang
digunakan indivdu dalam melewati fase-fase perkembangan pada enam tahun pertama
kehidupannya. Tahapan perkembangan ini disebut tahapan psikoseksual yaitu tahapannya
tahap oral, tahap anal, tahap phalic, tahap laten, tahap genital. Karena
memprestasikan suatu kebutuhan seksual yang menonjol pada setiap perkembangan,
jadi jika hambatan yang terjadi pada proses pemenuhan kebutuhan seksual pada
setiap tahap akan berpotensi gangguan perilaku pada dewasa. Freud memandang
psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya
kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Bagi Freud,
perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang kumulatif, sehingga gangguan pada
masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik yang berpengaruh sampai
individu dewasa.
Psikopatologi menurut psikoanalisis ada
beberapa jenis, yaitu :
1. Histeria (Conversion Disorder)
Kelumpuhan tanpa sebab-sebab fisik, menurut
psikoanalisis ini akibat adanya transformasi dari konflik-konflik psikis
menjadi malfungsi fisik.
2. Fobia
Ketakutan yang sangat dan tidak pada
tempatnya, oleh Freud dianalisis sebagai dampak dari kecemasan yang dialihkan,
bisa kecemasan yang berkaitan dengan impuls seksual atau kecemasan akibat
peristiwa traumatik.
3. Obsesi- kompulsi
Obsessive Compulsive Disorder (OCD) adalah sebuah kondisi psikologis
yang ditandai dengan perilaku pengulangan yang disebabkan oleh ketakutan atau
pikiran yang tidak masuk akal. Seseorang yang didiagnosis menderita OCD mungkin
tidak menyadari kalau obsesinya tidak masuk akal. Namun, ia akan merasa harus
melakukan tindakan tertentu untuk meredakan stres akibat kondisi tertentu.
Kondisi tersebut seringkali membawa rasa takut, dan meskipun ia telah berusaha
untuk meredakan rasa takutnya, rasa takut itu semakin bertambah, sehingga
menghasilkan sebuah tindakan yang dilakukan berulang-ulang.
4. Depresi
Perasaan tidak mampu, tidak kompeten,
kehilangan harga diri, dan merasa bertanggung jawab terhadap semua kejadian
buruk (pada dirinya dan lingkungan). Menurut Freud, akar masalahnya adalah
kehilangan cinta pada Oedipus Complex, yang membuat orang marah
kepada diri sendiri, karena dia kehilangan cinta dari orangtua, dari teman
bahkan dari negaranya.
5. Ketagihan obat atau alkohol
Freud menganggap adiksi dilatarbelakangi oleh
insting mati.
REFERENSI :
Alwisol. (2010). Psikologi
kepribadian. Malang: UMM Press
Pizaro. (2008). Teori seksualitas
sigmund freud tentang kepribadian: psikopatologi dan kritik
psikologi islami (Skripsi). Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
psikologi islami (Skripsi). Jakarta: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar